LEBIH HEBAT DARI RAMBO...!!!!! PRATU SUPARLAN, Prajurit Kopassus yang BERTEMPUR DENGAN GAGAH BERANI walaupun tubuhnya TERKOYAK-KOYAK BERONDONGAN PELURU




Kesehatan Jantung, Kesehatan Paru-Paru, Kesehatan Pencernaan, Gaya Hidup Sehat, Diet, Kecantikan, Pemutih Wajah, Otomotif, Sepeda Motor, Interior mobil, eksterior mobil, asesories otomotif, Smartphone, IOS,Asus Zenfone 4, Samsung galaxy J2, Evercoss A7V, Xiaomi Redmi 4, Sony Xperia Z2, assesories HP, laptop, printer, net book, notebook, Wisata Pantai, Wisata gunung, Matahari mall, TIRTO.ID, hosting,
LEBIH HEBAT DARI RAMBO...!!!!! PRATU SUPARLAN, Prajurit Kopassus yang BERTEMPUR DENGAN GAGAH BERANI walaupun tubuhnya TERKOYAK-KOYAK BERONDONGAN PELURU

Adalah nama Landasan Pacu di Pusdikpassus. Terletak di
Kecamatan Batujajar, Bandung – Jawa Barat. Landasan Pacu
ini memiliki panjang 1.652 meter dengan permukaan aspal
dan ketinggian 762 meter di atas permukaan tanah.
Dinamakan demikian untuk mengenang kepahlawanan
PRATU SUPARLAN yang gugur dalam tugas, diresmikan oleh
Danjen Kopasus pada 1995 Mayjen Prabowo Subianto.
Suparlan adalah prajurit Kopassus dulu bernama Kopasandha yang gugur tahun 1980.
 Peristiwa itu terjadi 9 Januari 1983 saat satu unit pasukan Nanggala berpatroli di KV34-34/Komplek Liasidi, Timor Timur.
Komplek Liasidi dianggap rawan karena merupakan konsentrasi pasukan Fretilin yang bersenjata lengkap. Mulai dari senapan serbu, mortir sampai pelontar granat.
Benar saja, unit kecil pasukan elite ini kemudian dihadang 300 personel Fretelin di ketinggian. Pertempuran tak seimbang terjadi di pinggir jurang.
Satu per satu prajurit Kopasandha tewas diterjang peluru Fretilin. Komandan Tim Letnan Poniman Dasuki memerintahkan mundur lewat celah bukit. Walau sulit, itu satu-satunya pilihan yang ada.
Di saat genting tersebut, Prajurit Satu Suparlan meminta izin komandannya untuk menghadang musuh seorang diri. Dia mengorbankan diri agar teman-temannya bisa lolos.
LEBIH HEBAT DARI RAMBO...!!!!! PRATU SUPARLAN, Prajurit Kopassus yang BERTEMPUR DENGAN GAGAH BERANI walaupun tubuhnya TERKOYAK-KOYAK BERONDONGAN PELURU

Suparlan membuang senapan miliknya dan mengambil senapan mesin rekannya yang sudah gugur. Dia berlari maju dan menembaki Fretilin tanpa memperdulikan peluru musuh yang mengoyak tubuhnya.
Suparlan sudah bersimbah darah. Peluru senapan mesinnya sudah habis. Tapi dia tak mau menyerah.
Dia mencabut pisau komando dari pinggangnya dan memburu musuh. Enam orang berhasil ditewaskan dalam pertarungan maut.
Tak terhitung peluru Fretilin yang menembus tubuhnya. Hingga Suparlan jatuh terduduk nyaris kehabisan darah.
Pasukan Fretilin mendekati Suparlan yang tak mampu bergerak lagi. Mereka bersiap memberikan eksekusi terakhir. Sebuah tembakan maut di kepala prajurit baret merah tersebut.
Setelah puluhan musuh makin mendekat, dengan sisa-sisa tenaga yang masih dimiliki, Suparlan mencabut pin dua buah granat di kantong celananya.
Dia melompat ke arah kerumunan Fretilin dengan granat sambil berteriak keras. “Allahuakbar!!!”
LEBIH HEBAT DARI RAMBO...!!!!! PRATU SUPARLAN, Prajurit Kopassus yang BERTEMPUR DENGAN GAGAH BERANI walaupun tubuhnya TERKOYAK-KOYAK BERONDONGAN PELURU

Sementara itu lima orang pasukan Suparlan yang tersisa telah berada di atas bukit. Mereka menghujani pasukan Fretilin dengan peluru yang tersisa. Untungnya tak lama kemudian, bantuan datang.
Tembak menembak terjadi hingga malam hari. Korban berjatuhan dari dua pihak.
Tujuh prajurit Kopashanda tewas, sementara di kubu Fretilin 83 personel tewas. Jenazah Suparlan ditemukan dalam kondisi tak utuh.
“Keberanian dan bakti Suparlan membuat negara menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa pada Prajurit Satu Suparlan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula yaitu Kopral Dua Anumerta,” demikian ditulis dalam Majalah Baret Merah edisi Ulang Tahun tahun 2014.
Pemerintah juga menganugerahkan Bintang Sakti pada Kopda Suparlan melalui Keppres No 20/TK/TH.1987.
Korps Baret Merah mengabadikan namanya menjadi Lapangan Udara Perintis di Batujajar, Jawa Barat.
Rupanya tak cuma pemerintah Indonesia yang menghargai keberanian Suparlan. Komandan Fretilin juga mengirimkan surat pada pasukan Kopasandha. Walau musuh, mereka memuji keberanian dan perlawanan hebat yang diberikan Prajurit Suparlan.


Dalam perang, jarang penghormatan seperti ini terjadi. Kecuali untuk para prajurit yang menunjukkan keberanian luar biasa.sumber:merdeka.com

Subscribe to receive free email updates:

Histats